Preliminary analysis of nutritional factors in breast cancer

  • Drupadi Dillon Department on Nutrition, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jakarta.
  • Susilowati Herman Research and Development Center for Nutrition, Ministry of Health, Bogor.
  • Yoshiyuki Ohno Department of Preventive Medicine, Nagoya University, School of Medicine, Nagoya 466.
  • Joedo Prihartono Department of Community Medicine, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jakarta.
  • Santoso Cornain Department of Anatomic Pathology, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta 10430.
  • Goi Sakamoto Department of Pathology, Cancer Institute Hospital, Tokyo 170.
  • Muchlis Ramli Department of Surgery, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta 10430.
  • Setyawati Budiningsih Department of Community Medicine, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jakarta.
  • Sadao Suzuki Department of Preventive Medicine, Nagoya University, School of Medicine, Nagoya 466.
  • Idral Darwis Department of Surgery, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta 10430.
  • Esti Soetrisno Department of Anatomic Pathology, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta 10430.
  • Kenji Wakai Department of Preventive Medicine, Nagoya University, School of Medicine, Nagoya 466.
  • Gunawan Tjahjadi Department of Anatomic Pathology, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta 10430.
  • Didid Tjindarbumi Department of Surgery, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta 10430.
  • Susumu Watanabe Departement of Surgery, Cancer Institute Hospital, Tokyo 170.
  • Endang S. Roostini Department of Anatomic Pathology, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta 10430.
Abstract viewed: 434 times
PDF downloaded: 216 times

Abstract

Data epidemiologi dan eksperimental menunjukkan bahwa ada hubungan antara keganasan dan faktor gizi. Baik keganasan maupun faktor gizi merupakan bidang yang kompleks, oleh karena itu mempelajari hubungan antara keganasan danfaktor gizi tidaklah mudah. Pada umumnya telah diketahui, bahwa diperlukan waktuyang lama untuk suatupertumbuhan ganas. Data gizi, terutama catatan tentang apa yang telah dimakan oleh seseorang untuk jangka waktu yang lama sulit didapat secara akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan cara yang cukup baik untuk dapat menjelaskan tentang adanya hubungan antara keganasan danfaktor gizi pada penderita kanker payu dara dengan menggunakan metode "Food Frequency Questionaire" untuk periode-periode terlentu dalam kehidupan penderita. Penelitian ini merupakan suatu penelitian "Case Control" yang dilakukan pada 20 triplets (1 kasus, berpasangan dengan 2 kontrol) penderita kanker payudara yang berobat jalan di Rumah Sakit Mangunkusumo Jakarta. "Food frequency amount" dari empat waktu kehidupan yaitu sebelum dan sesudah menikah, Lima dan sepuluh tahun sebelum diketahuinya penyakit dilakukan pada penderita dan mencakup 98 bahan makanan. Respons yang sama untuk I 0 bahan makanan (10.2%) diamati pada periode sebelum dan sesudah menikah, sedangkan 89.8% bahan makanan mendapat respons yang sama pada periode lima dan sepuluh tahun sebelum diketahuinya penyakit. Tidak terdapat jawaban untuk 19 bahan makanan dan respons cukup baik didapatkan untuk pertanyaan tentang tujuh cara memasak. Dapat disimpulkan bahwa waktu p ernikahan merupakan saat yang baik dipakai sebagai patokan waktu untuk bertanya tentang pola makan, terutama bila menyangkut masa yang cukup panjang/lama . Sembilan belas bahan makanan yang tidak mendapat respons (karena sangat jarang dikonsumsi) akan dikeluarkan dari daftar pertanyaan "Food Frequency amount". Penelitian ini dilanjutkan dengan menggunakan pertanyaan yang telah disesuaikan dengan hasil sementara ini. Abstract Epidemiological and experimental data indicate that cancer could be linked to nutritional factors. Both nutrition and cancer are complex subjects, therefore to investigate the link between cancer and nutrition is not an ea.ry task. It is generally believed that cancer needs a long time to develop. On the otHer hand, and accurate dietary records over a long period of time is difficult to obtain. The aim of this study is ta find a method which is able to give a better estimate in elucidating a cancer-diet relationship inpatients with breast cancer, using a modified food frequ ency questionaires for specif ic time periods. A total of twenty tiplets (one case, two matched controls) nutrit ional forms were done during a pilot case-control study on breast cancer in Cipto Mangunkumo Hospital, Jakarta. Using Food Frequency Amount (FFA) questionaire of 4 different p eriods: before and after marriage, five and ten years before disease occurence, a total of 98food items were covered. Identical responses to FFA between before and after marriage werefound only among 10food items (10.2 %), while 89.8% figur e was obtained between the five and ten year periods . No responses to 19 food items by all 60 respondents but quite good response to seven different cooking preferences questionaires. It is concluded that time of ma"iage can be used as milestone in interviewing dietary patt ern. Ninet een food items would be dropped outfrom the questionaire. The implementation of the definitive study is now in progress. Keywords: dietary assessment, nutrients, breast cancer, care-control study
Published
1995-07-01
How to Cite
1.
Dillon D, Herman S, Ohno Y, Prihartono J, Cornain S, Sakamoto G, Ramli M, Budiningsih S, Suzuki S, Darwis I, Soetrisno E, Wakai K, Tjahjadi G, Tjindarbumi D, Watanabe S, Roostini ES. Preliminary analysis of nutritional factors in breast cancer. Med J Indones [Internet]. 1995Jul.1 [cited 2020Jun.5];4(3):187-90. Available from: http://mji.ui.ac.id/journal/index.php/mji/article/view/917
Section
Medical Journal of Indonesia

Most read articles by the same author(s)